Budaya Hobi Membaca
Tingginya budaya hobi
membaca, mengakibatkan meningkatnya minat membaca. Minat membaca ditunjukan
dengan keinginan yang kuat untuk melakukan kegiatan membaca. Untuk memenuhi
kebutuhan kegiatan membaca tersebut, biasanya seseorang akan pergi ke suatu
tempat yang menyediakan bahan bacaan yang dibutuhkan, salah satunya
perpustakaan. Oleh karena itu salah satu penyebab mengapa minat mahasiswa akan
perpustakaan sangat rendah, dikarenakan rendahnya budaya gemar membaca. Bagi
mahasiswa yang telah memiliki budaya baca yang tinggi, kegiatan membaca
merupakan kebutuhan yang timbul dari diri pribadi individu itu sendiri.
Sehingga ia akan merasa sangat membutuhkan perpustakaan. Layaknya seperti
kebutuhan akan pangan, sandang dan papan, kebutuhan akan membaca buku-buku yang
ada di perpustakaan juga harus dipenuhi. Sehingga semakin meningkatnya budaya hobi
membaca mengakibatkan meningkatnya pula minat akan perpustakaan karena
perpustakaan menyediakan dan mendukung kegiatan membaca sebagai wujud minat
membaca yang tinggi. Dengan membaca pula seseorang akan terbentuk kepribadianya
menjadi lebih baik. Kepribadian adalah pola menyeluruh semua kemampuan,
perbuatan serta kebiasaan seseorang, baik yang jasmani, mental, rohani,
emosional maupun sosial. Semua ini telah ditatanya dalam caranya yang khas, di
bawah beraneka pengaruh dari luar. Pola ini terwujud dari tingkah lakunya dalam
usahanya menjadi manusia sebagaimana dikehendakinya (Heuken,1989).
Selain itu kepribadian
manusia itu dapat berubah, itu berarti kepribadi manusia itu mudah atau dapat
dipengaruhi oleh sesuatu. Karena itu ada usaha mendidik kepribadi, membentuk
kepribadi, membentuk watak atau mendidik watak. Artinya berusaha untuk
memperbaiki kehidupan anak yang nampak kurang baik, sehingga menjadi baik
(Sijanto dkk,1984).
Mendidik kepribadian
dapat dilakukan melalui buku. Dengan membaca buku seseorang akan memiliki ilmu
dan pengetahuan yang luas, dari situ ia dapat membedakan mana yang hak dan mana
yang batil sehingga akan terbentuk pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
Dalam hal ini, membaca dapat diartikan “membaca untuk hidup”, artinya membaca
agar kita bisa hidup lebih baik, lebih arif, lebih mengerti ‘tabiat’ dunia
(Widarso,1994). Dengan demikian mahasiswa akan menjadi tahu bahwa seseorang
yang merobek dan merusak buku, majalah dan banyak lagi, merupakan seseorang
yang memiliki kepribadian yang buruk. Sehingga hal itu harus dihindari. Begitu
pula dengan kebiasaan telat, tidak mengembalikan dan menghilangkan buku
merupakan kepribadian yang tidak disiplin dan tidak bertanggungjawab. Kebiasaan
itu harus dihilangkan supaya ia memiliki kepribadian yang baik. Lalu bagaimana
meningkatkan budaya gemar membaca di kalangan mahasiswa? Sejauh mana campur
tangan atau peran keluarga, dosen, perpustakaan maupun pemerintah dapat menciptakan
budaya hobi membaca?
Perpustakaan adalah
fasilitas atau tempat menyediakan sarana bahan bacaan. Tujuan dari perpustakaan
sendiri, khususnya perpustakaan perguruan tinggi adalah memberikan layanan
informasi untuk kegiatan belajar, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam
rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Wiranto dkk,1997).
Berikut ini beberapa
hal yang dapat dilakukan perpustakaan untuk meningkatkan budaya gemar membaca
adalah mempromosikan perpustakaan. Tujuan promosi perpustakaan adalah untuk
memperkenalkan perpustakaan, koleksi, jenis koleksi, kekhususan koleksi, jenis
layanannya, dan manfaat yang dapat diperoleh pengguna perpustakaan (Darmono,
2001). Diharapkan hal ini dapat menggairahkan minat baca serta menambah jumlah
orang yang gemar membaca agar koleksi perpustakaan dapat dimanfaatkan secara
maksimal yaitu:
1. Memilih bahan bacan yang menarik bagi
pengguna perpustakaan
2. Menganjurkan berbagai cara penyajian
kuliah yang dikaitan dengan tugas-tugas di perpustakaan.
3. Memberikan kemudahan dalam mendapatkan
bacaan yang menarik untuk pengguna perpustakaan.
4. Memberi kebebasan membaca secara
leluasa kepada mahasiswa.
5. Perpustakaan perlu dikelola dengan
baik agar pengguna merasa betah dan kerasan berkunjung perpustakaan dan
6. Memberikan penghargaan kepada
mahasiswa yang paling banyak meminjam buku dan tepat mengembalikan buku
tersebut di perpustakaan dalam kurun waktu tertentu.


0 Response to "Budaya Hobi Membaca"
Posting Komentar