MIMPI BESAR SULIS

Drama
( Di sekolahh )
Teng.. teng,,, teng...
Kudengar suara melengking berirama 
Ya... lonceng tua untuk merehatkan diri sudah berbunyi
Semua anak dengan antusias, keluar ruangan yang membosankan mereka
Tanpa sadar kakiku menabrak sesuatu.. (praaakkkkkk )
tempat rehat sejenak berpenyangga empat yang sudah agak rapuh di sisi-sisiku
Senyum kecil tampak dari wajahku  yang telah dibuat siuman oleh kursi panjang usang di sudut kelas dari pikiran yang membelengguku
Ku duduk dengan sepucuk surat di genggamanku
Tiba-tiba seseorang duduk disampingku
“Lis.. sulis.. tadi Pak Tris bilang sewaktu di kelasku,, beliau bilang “opo yo ono sek gelem karo wong sek bijine songo kewalik ? arep dadi opo ?” aku kecewa banget denger ucapannya.. kalo aku bisa jawab, ya ku jawab “ aku mau jadi bojomu Pak Tris hahaha “ ya gak Lis ? “ katanya.
Ku hanya terdiam teta dengan senyum kecilku .
Dia adalah sahabatku ,
Tari namanya .
Dia suka berceloteh panjang tanpa melihat keadaan .
Tapi rasa malas menghinggapiku
Dalam hati ini ku memikirkan sesuatu..
Antara iya dan tidak ?
Pertanyaan itu selalu terbayang-bayang di benakku
Sedih, pilu, bingung,,
Semuanya bercampur aduk membuat sesak dadaku
Apa yang harus aku lakukan?
Ayah ibu,,
pasti tak menyetujui hal ini ..
Ayah selalu egois..
Ayah hanya mementingkan dirinya sendiri ,,
Dipikiran ayah hanya ada jabatan dan uang ,,
“Hei ... “
Suara Tari membuyarkan lamunanku ..
Teng ,,, teng ,,, teng ..
Lonceng usang ituu kembali berdenging..
mata pelajaran terakhir akan dimulai ..
( Di rumahhh )
Rumah ,, rumah sederhana  dengan dinding kayu jati, alas bumi, dan genting sebagai tutupnya,,
Assalamu’alaikum...
Dengan agak lesu ku buka pintu rumah..
Ku lihat seorang perempuan paruh baya berkeriput sibuk melipat-lipat kainnya,,
“Nak.. sudah pulang ?? ibu sudah menyiapkan makan untukmu ,,, cuci muka dan ganti baju dulu sana .. “ katanya,,
Ku tancapkan gas menuju kamar ..
Ku buka jendela kamarku...
Matahari mulai singgah ke ufuk barat..
Angin mulai berlarian masuk memenuhi kamarku
Dingin terasa menusuk tulangku..
Ku duduk di tempat yang biasa ku habiskan waktu untuk sendiri ..
Ku ambil surat yang ada tasku ,,,
Ku genggam erat-erat ..
Mata ini mulai terasa berat..
Rasa kantuk terasa sekali ..
Ku dengar suara ayah teriak memanggil namaku
Perasaan tak enak menghinggapi diriku ..
Terdengar suara ayah berbisik-bisik dengan ibu
Tersadar aku atas ucapan ayah yang lalu..
Srek... srek... srek...
Suara sandal semakin mendekat menuju kamarku..
Ku berpura-pura tertidur dengan pulas
Ayah tak tega membangunkanku
Ayah mengurungkan niatnya membangunkanku
Saat ayah telah pergi
Ku lari menuju pintu
Ku intip dari lubang pintu
Terlihat ada tamu datang mencariku
Tamu itu Pak Wijaya namanya..
Dia seorang juragan padi di kampung,
Banyak orang yang hormat padanya..
Ku lihat percakapan serius antara ayah dan Pak Wijaya
Tersirat kesal dan marah dari raut muka Pak Wijaya
Ku balikkan badan menuju tempat semula..
Ku merenung, menangis pilu,,,
Ku hapus air mata yang membasahi pipiku..
Ku rapikan semuanya dan berharap semoga besok lebih baik dari hari ini

(Di sekolah)
Detik-detik pengumuman kelulusan pun tiba
Semua anak tersirat tegang dari raut wajah
Begitupun denganku..
Ku berharap nilaiku bisa memuaskan dan bisa mendapat beasiswa ke perguruan tinggi
Ku lihat Kepala sekolah datang menghampiri kami
Perasaan tegang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata
Anak-anak satu persatu mulai tertunduk
“saya umumkan hasil kerja keras kalian selama 3 tahun di sekolah ini ,, bagi yang dinyatakan LULUS bersyukurlah, dan berbuatlah yang lebih baik, dan kejarlah cita-cita kalian .. dan bagi yang dinyatakan TIDAK LULUS bersabarlah dan perbaikilah kesalahan kalian dan jangan pantang menyerah ..”
Badanku terasa lemas mendengar ucapan ituu
Terdengar suara tangis yang memecah suasana
Kesedihan sangat terasa sekali
“Saya buka amplopnya dan saya bacakan hasilnya ,,
Siswa-siswi angkatan ini dinyatakan ,,,,, LULUS SEMUA!!”
PYARRRRRRRRRRR..
Anak-anak berloncat-loncat, berteriak-teriak dan saling berpelukan
Sungguh mengharukan sekali
Tiba-tiba Pak Tris datang menemuiku
Dia memberikanku selembar kertas
“Lis selamat ya .. kamu mendapat nim tertinggi 9,78 dan kamu mendapatkan beasiswa di perguruan tinggi .. “
Puji syukur sekali..
ini adalah jalan mewujudkan mimpi besarku..
aku pun bergegas pulang ke rumah ..
(Di rumaahhh )
Ku heran melihat dua mobil berbaris di depan rumahku
Siapa gerangan yang datang?? Tanyaku dalam hati
Di dalam rumah sesak ramai
Senyum kaget tersirat dari raut wajahku
Assalamu’alaikum sapaku
Nampak banyak orang duduk beralaskan tikar dan menjawab salam dariku
Nampak sosok pria berbadan sedang duduk dipojok antara ayah dan Pak Wijaya
Agak sedikit terkagum ku melihat sosok pria tampan itu dari kota..
Ku dengar suara ibu memanggil namaku..
Ku duduk di sebelah ibu,,
Ayah memulai pembicaraannya ..
Dan kagetnya ketika disebutkan hari pertunanganku dengan cucunya Pak Wijaya
Aku sontak langsung mengelak
“maaf semuanya, sulis tidak setuju dengan pertunangan ini , sulis masih mau kuliah dan mengejar mimpi besar sulis yaitu sulis ingin menjadi guru SD dan membangun sekolah gratis bagi yang tidak mampu . Maafkan sulis ayah, pak Wijaya dan sulis ucapkan terimaksih kepada pak wijaya karena telah membantu ayah sulis”
Aku tak percaya aku bisa mengungkapkan isi hatiku
Rasa lega menyelimuti dadaku
“Sulis !!!” bentak ayah, “ beraninya kamu ngomong seperti itu di depan ayah dan Pak Wijaya , ayah melakukan ini semua demi kebaikan kamu ,, “
Terdengar suara Tirta, cucu Pak Wijaya menenangkan suasana
Pak Wijayapun meninggalkan rumah dengan raut wajah telihat amat marah dan kecewa
Ayah terlihat amarah besar padaku
Ku tundukkan kepala dan diam membisu
“Ayah tetap tidak setuju kalau kamu kuliah , buat apa ??? dasar anak gak tau di untung udah membuat Pak Wijaya marah besar pada keluarga kita,, “
Ku beranikan diri untuk mengungkapkan semua isi hatiku
Ayah..
Apakah ayah benar-benar mau menjodohkanku ..
Apakah ayah tidak memikirkan perasaanku..??
Apa gara-gara pak Wijaya mmembantu ayah menjadi kepala desa
Kemudian ayah menerima tawaran Pak wijaya??
Apa ayah tega menukarkan aku dengan semua itu..
Iyaa ayah apakah ayah tega ???
Ayah,Aku ini bukan siti nurbaya
Tapi..
Aku ini seorang kartini kecil yang mempunyai mimpi besar
Ku teringat kata-kata nenek..
“Jadilah perempuan yang mempunyai mimpi besar dan tunjukkan pada semua orang bahwa perempuan layak sejajar dengan laki-laki”
Terngiang-ngiang slalu ucapan itu
Tak bisa ku tahan lagi air mataku ini
Mengalir begitu deras bak arus sungai
Ayahpun melayangkan tangannya ke wajahku
Namun tamparan itu ditahan ibu sembari menangis
Air mata ibu keluar membasahi pipi keriputnya
Ibu tak kuasa melihat keluarganya seperti ini
Ayah tetap bersikeras menjodohkanku
Kalau perlu pertunangannya dilakukan besok
Akupun menangis dan masuk ke kamar
Seakan tidak mau dijodohkan
Akupun pergi dengan meninggalkan sepucuk surat
Terlontang-lanting ku dijalan tanpa arah
Untung ada Pak Tris bak malaikat bagiku..
Ku lalui hari demi hari ..
Bekerja sembari kuliah tanpa lelah kujalani
Tak terasa 4 tahun tlah ku lalui ,,
Hari wisuda pun semakin mendekat
Ku tulis surat untuk ayah dan ibu
Keadatangan mereka sangatlah berarti untukku
Namun yang kulihat hanya ibu sebatang kara
Ayah masih marah padaku
Sedih menyesakkan dadaku
Ku lihat dari kejauhan terlihat sosok pria tampan berjalan menujuku
Yaa ,, Tirta ternyata , sosok pria yang mau di jodohkan ku waktu dulu
Kamipun terlibat berbincang-bincang dengan ria
Tirta mengajakku pulang bersama dan dia berniat melamarku
Terlihat senyum lebar di wajah ayah, saat ku menggandeng Tirta
Ku lanjutkan mimpi besarku menjadi guru SD
Dan membangun sekolah gratis bersama Tirta ,,,

THE END

Apalah Arti Pengorbananku


Tlah lama ku bertahan demi cinta ini
Ku slalu berusaha tuk lakukan apapun yang kau mau

Saat ku sedih, ku berusaha tersenyum di depanmu
Saat ku kecewa,  ku berusaha tertawa di depanmu
Saat ku lelah, ku berusaha kuat di depanmu
Saat ku terjatuh,  ku berusaha bangkit di depanmu
Untukmu semua pengorbananku ini
Tapi apa daya...
Kau tak pernah hargai pengorbananku
Kau tak pernah pedulikanku
Kehadiranku pun tak pernah kau sadari
Saat  ku langkahkan kaki tuk menjauhimu
Tak kau  relakan kepergianku
Dan ku putuskan tuk tetap tinggal didekatmu
Namun kau tetap seperti dulu
Acuh dan tak peduli pada cintaku
Dan hingga batas waktu ini
Slalu dan slalu ku pertanyakan
“ Apalah arti pengorbananku ?"

TENTANG HMP PGSD UPY


Sahabat muda semua...
Pasti tau dong  tentang HMP PGSD UPY, tapi mungkin pengen tau lebih lanjut lagi??  Maksa deh...
HMP PGSD UPY terbentuk seiring dengan diselenggarakannya program studi PGSD di Universitas PGRI  Yogyakarta. Merupakan wadah bagi mahasiswa PGSD dalam mengembangkan diri sebagai mahasiswa yang aktif, kreatif, dan berpotensi dalam bidangnya. Dalam melaksanakan kegiatannya selalu berusaha untuk berada dalam kapasitas sebagai calon guru SD.  Kegiatan tersebut berupa kegiatan kemahasiswaan, kegiatan ilmiah, pengabdian masyarakat, maupun kegiatan yang bersifat ke-SD-an, tapi bukan jadi se-level anak SD beneran lo yaa. Kita juga mahasiswa sama dengan mahasiswa universitas atau prodi yang lain tapi lebih profesional gitu deh.. Hehe
Emmmm... Apasih manfaat mengikuti HMP PGSD,, hayoooo ada yang tau gak ??
Dengan mengikuti HMP PGSD ini,  manfaatnya banyak sekali lho sobat muda untuk masa depan. Dengan catatan, kalian berperan sebagai partisipan aktif, bukan sebagai anggota yang sekedar terdaftar namanya saja dan jarang mengikuti kegiatan yang diadakan. Lalu kalau ikut, keuntungan apa yang akan kita  peroleh sobat muda? Penasaran kan, ayoo kita simak ???
1. Melatih Leadership
>> Ketika ikut HMP, pastinya akan ada banyak hal yang harus kalian urus yang tentunya melibatkan banyak orang. Mahasiswa yang ikut organisasi kampus umumnya memiliki sikap dan karakter yang lebih aktif dibanding mereka yang tidak ikut organisasi sobat muda.
2. Belajar Mengatur Waktu
>> Dengan ikut HMP, waktu yang biasa kalian gunakan untuk belajar dan mengerjakan tugas akan berkurang. Sementara itu, kuantitas tugas kuliah tetap sama saja antara kalian yang ikut organisasi dan teman2 lain yang tidak ikut organisasi. Agar keduanya dapat berjalan sama-sama lancar dan tidak ada yang terbengkalai,  manajemen waktu yang baik mutlak harus kalian lakukan. Mungkin pada awalnya, kalian akan sedikit kewalahan membagi waktu untuk kuliah dan organisasi. Tapi lama-lama kalian akan semakin terbiasa. Selanjutnya, kebiasaan ini dapat terus terbawa sampai besok kerja nanti sobat muda.
3. Memperluas Jaringan atau Networking
>> Di dalam organisasi akan banyak orang baru yang kalian kenal.
Teman-teman mahasiswa seangkatan, senior, mahasiswa dari jurusan lain, dan sebagainya. Mereka ini (bisa juga disebut sebagai jaringan) jangan diremehkan, karena merupakan aspek yang penting.  Dari mereka, kalian akan dapat memperoleh informasi dan banyak pengalaman.
4. Mengasah Kemampuan Sosial
>> Mereka yang tergabung dalam organisasi, umumnya secara sosial juga lebih aktif dibanding mereka yang tidak ikut organisasi. Jika ikut organisasi, kalian juga akan terlatih berinteraksi dengan berbagai macam tipe orang. Tidak hanya teman-teman  satu jurusan, tapi juga dengan teman2 dari program studi yang lain. Dengan ini, tentu akan semakin memperluas pemahaman kalian akan berbagai karakteristik orang. Semakin luas pergaulan kalian, maka pemahaman kalian akan manusia dapat semakin kaya
5. Problem Solving dan Manajemen Konflik
>> Banyak berinteraksi dengan orang dengan berbagai karakteristiknya merupakan hal yang lumrah jika satu atau dua kali terlibat konflik dengan mereka. Jika sudah terbiasa mengatasi masalah dan konflik, kalian tidak akan kaget lagi dan sudah terbayang hal-hal yang sebaliknya dilakukan untuk menyelesaikan masalah agar tidak samapi menurunkan performa kuliah.
So, jangan lewatkan yaa pas adaa pendaftaran anggota HMP besokk,,,,ditunggu kerjasamanyaa yaaa sobat mudaa,,,,
Salam PGSD!! PGSD SUKSES!!